Utet adalah seorang
nelayan yang tinggal di sekitar danau Soraya , tiap harinya ia berlayar mencari
ikan demi menghidupi adik-adiknya.
Pemuda ini terkenal sangat ramah dan berjiwa besar , ia sangat berjasa bagi
warga disekitar danau tersebut , membangun banyak sarana,prasarana,serta merubah
masyarakat di situ dari yang awalnya sebagai masyarakat kampung menjadi
masyarakat yang maju.
Begitu pula Indun, yang kesehariannya sebagai seorang
pemilik kedai kopi membuatnya tak asing lagi bagi warga danau Soraya.
Suatu ketika disaat warga sedang asik duduk-duduk di
kedai Bu Indun ,tiba-tiba datanglah seorang berpakaian resmi ,berbadan tinggi
,berkulit putih yang tak lain seperti bule.
“Permisi ! “ ucap orang asing tersebut
“Ya, ada yang bisa saya bantu?” Jawab Indun
“Begini,
saya dari Kota ingin menyampaikan bahwa danau ini dan wilayah sekitarnya sudah dibeli
,dan dalam waktu dekat akan dibaangun
sebuah hotel dikawasan ini, oleh sebab itu saya minta kawasan ini harap di
kosongkan ! “
“HAH
!!? “
Mendengar
hal tersebut warga dan indun sangat terkejut, dan tanpa banyak bicara orang tersebut
pun langsung saja pergi.
Kabar
danau tersebut akan digusur kian mencuat,tak sengaja pada saat ibu-ibu sedang
menggosip ,tiba-tiba lewatlah Utet, Utet yang baru saja tau langsung
terkejut.Tanpa pikir panjang , Utet yang tak senang langsung pergi ke Kota
mencari si pembeli tersebut,Utet tak terima jika danau peninggalan nenek
moyangnya itu diambil begitu saja. Baginya sampai titik darahpun tak kan ia
lepas harta berharganya itu.
Setibanya di Kota, Utet bertemu dengan si pembeli
tersebut, Ia menjelaskan bahwa danau tersebut adalah peninggalan nenek
moyangnya yang tidak bisa diperjual belikan,namun si pembeli itu pun bersikeras
bahwa danau itu sudah dia beli dan tidak bisa di gugat lagi, si pembeli itu
juga mengancam apabila Utet tetap tidak mau pindah dari danau tersebut maka ia tidak akan segan-segan membunuh Utet.
Hebohnya suara alat penggusur membuat pagi itu menjadi
sangat riuh, warga berhamburan keluar rumah membawa parang,kayu,dan alat tajam
lainnya demi memperjuangkan danau peninggalan nenek moyangnya yang sangat
berharga . Pasukan danau Soraya yang
dipimpin oleh Utet berjuang mati-matian mengagalkan upaya penggusuran itu,bagi
Utet bukan hanya sekedar berperang, tetapi maut pun akan ia pertaruhkan demi
harta berharganya itu.
Akibat kekompakan warga akhirnya penggusuran itu pun
dibatalkan, tetapi tak sampai disana saja. Pada suatu malam disaat Utet dan
adik-adiknya sedang tidur, orang suruhan si pembeli diam-diam menyelinap masuk
dan ingin membunuh Utet, mengakibatkan Utet mengalami luka tusukan di
perutnya,dan harus di rawat di rumah sakit dalam waktu yang sangat lama
***
Setelah Utet keluar dari rumah sakit dia terkejut melihat
di tepi danau sudah di bangun sebuah hotel,betapa iba hati si Utet setelah
melihat tanah peninggalan nenek moyangnya tak lagi sama,baru saja ia
meninggalkan danau sebentar tetapi keadaan sudah jauh berbeda.
Perjuangan Utet dan para warga tak berhenti sampai
disitu, mereka meruntuhkan hotel tersebut , dan pada akhirnya danau kembali ke
keadaan semula, aman ,tentram, dan jauh dari ancaman.
By : Riska
Tidak ada komentar:
Posting Komentar